Selasa, 29 Mei 2012

Peta kita

Masuknya Kebudayaan Tionghoa ke Indonesia

Kepulauan Indonesia letaknya sangat strategis bagi pelayaran dan perdagangan dunia. Bangsa-bangsa lain banyak yang singgah dan berdagang di tanah air kita. Jalur perdagangan dunia pada zaman lampau melalui dua jalur, yaitu jalur darat dan jalur laut. Jalur darat disebut jalan sutera, karena barang utama yang diperdagangkan adalah kain sutera buatan China yang sangat mahal harganya. Adapun jalur kedua adalah jalan melalui laut. Jalur laut ini dimulai dari Cina melalui perairan Indonesia dan Selat Malaka menuju India. Dari India ini kemudian ada yang ke Teluk Persia melalui Suriah ke Laut Tengah dan ada pula yang melalui Laut Merah sampai Laut Tengah. 
Pada awal abad pertama masehi, perdagangan antara Cina, India, dan daerah sekitar Laut Tengah melalui jalan sutera sangat ramai. Namun jalan darat ini menjadi tidak aman akibat banyaknya perampok. Para pedagang kemudian beralih melalui jalan laut yang terdekat, yaitu antara India dengan Cina dan berlabuh di Selat Malaka. Jalur perdagangan melalui Selat Malaka menjadi ramai, maka bermunculanlah bandar-bandar tempat para pedagang menjual dan membeli barang dagangan. Di Selat Malaka ini banyak pula para pedagang dari Indonesia, yang turut serta dalam perdagangan tersebut. Kontak perdagangan ini melibatkan pula para pedagang Indonesia. Para pedagang India dan Cina ini banyak yang membeli barang dagangan dari Indonesia, yaitu rempah-rempah, kayu cendana, emas, perak dan lain-lain. Cengkeh yang ketika itu merupakan salah satu hasil kepulauan Indonesia bagian timur menjadi barang dagangan yang sangat dicari oleh para pedagang India.
Dari sinilah kebudayaan China atau Tionghoa termasuk agama, dan kepercayaannya masuk ke indonesia karena pedagang china banyak singgah di indonesia dan akhirnya ada yang menetap di indonesia tapi ada juga yang kemudian melanjutkan perjalanan atau kembali ke China. Demikianlah hingga sampai saat ini budaya China atau Tionghoa termasuk Agama dan kepercayaannya telah berkembang pesat di Indonesia. Tetapi perjalanan mereka memperjuangkan perkembangan budaya mereka bisa dibilang sangat berliku tetapi akhirnya saat ini budaya mereka dapat diterima dan berkembang pesat di Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar